Penting! Kenali Tanda – tanda Rembesan Air Pada Gypsum Untuk Cegah Pelapukan

Tidak dipungkiri bahwa plafon jenis gypsum memiliki nilai estetika tinggi sehingga sangat diperlukan untuk rumah. Apalagi dengan dipasangi plafon, interior rumah terkesan modern dan enak dipandang mata. Selain itu tamu yang datang tidak akan melihat genting dan sejenisnya karena langit-langit rumah tertutup gypsum dengan rapi sehingga mereka akan betah di rumah anda.

Sayangnya sering kali plafon jenis gypsum rapuh lantaran terkena rembesan air hujan lantaran genting tidak terpasang dengan rapi. Sejatinya, plafon gypsum memang memiliki estetika yang tinggi, namun memiliki beberapa bahaya ketika terkena rembesan air hujan. Tak heran banyak orang rela mengelurkan banyak uang untuk merenovasi genting agar plafon gypsum aman.

Bahaya Rembesan Air Hujan Pada Plafon Gypsum

Air hujan memang memiliki banyak manfaat seperti menyuburkan tanah dan tanaman, bahkan mensuplay pasukan air diberbagai belahan. Namun, ketika atap rumah bocor dan langit-langit dipasangi plafon gypsum akan berdampak buruk pada gypsum tersebut ketika terus-menerus terkena rembesan air hujan. Tentunya hal itu meresahkan pemilik rumah karena interior rumah tidak lagi menarik. Untuk itu anda harus mengenali bahaya rembesan air hujan oada gpsum agar menjadi acuan, diantaranya adalah:

1. Gypsum Dapat Roboh

Ketika kebocoran atap terus-menerus mengenai plafon gypsum, kekokohan gypsum semakin berkurang sehingga plafon gypsum dapat roboh. Pastinya hal itu membahayakan anggota keluarga di rumah karena tidak ada yang tahu kapan gypsum akan roboh. Maka pencegahannya harus sigap agar tidak membahayakan, yaitu merenovasi genting agar tidak bcoor lagi atau segera memplester bagian gypsum yang terkena rembesan air. Usahkan menggunakan perekat yang berkualitas seperti epoxy floor yang memiliki daya rekat sangat bangus.

2. Terdapat Noda Hitam

Tujuan dipasangi plafon gypsum adalah memunculkan desain yang mewah dan elegan pada interior rumah. Namun kemewahan itu akan sirna ketika plafon gypsum terkena rembesan air hujan dan membuat beberapa bagian gypsum menghitam. Pastinya merusak keindahan dan kenyamanan keluarga karena noda hitam tersebut, apalagi noda hitam susah dihilangkan sehingga diperlukan ketelitian dan kesigapan mengangani atap rumah agar tidak berdampak pada gypsum.

3. Tidak Efektif Menahan Cuaca Di Luar Ruangan

Plafon gypsum digunakan untuk menghambat udara panas maupun dingin memasuki ruangan sehingga istirahat anda dan keluarga tidak terganggu. Namun ketika gypsum terkena rembesan air hujan, gypsum akan rapuh sehingga tidak efektif lagi menahan beragam cuaca di luar ruangan karena ketebalannya sudah berkurang dan terdapat beberapa bagian yang berlubang akibat rembesan air tersebut. Ketika bagian berlubang itu ingin di perbaiki, harus menggunakan perekat yang berkualitas seperti epoxy dimana harga epoxy tidak terlalu mahal.

Baca juga: Trik Meminimalisir Kelembaban Kamar Mandi Secara Efektif

4. Terdapat Banyak Bercak Sehingga Tidak Rapi

Sebenarnya permukaan gypsum sangat mulus dan rapi ketika dipasang. Sayangnya saat gypsum terkena rembesan air hujan membuat permukaan gypsum bergelombang dan terdapat banyak benjolan sehingga membuat gypsum rapuh. Pastinya lama-kelamaan gypsum mulai patah sehingga kerangka atap terlihat jelas. Apalagi ketika gypsum mulai mengelupas dan mulai patah, sulit direnovasi apabila banyak kerusakan.

Sah-sah saja memasang plafon gypsum untuk mempercantik interior rumah. Apalagi gypsum dapat dipasang di berbagai tipe rumah sehingga interior rumah menawan, yang terpenting adalah menjaga kerangka atap dengan baik dan secara berkala meneliti genting apakah ada kebocoran atau tidak. Tujuannya agar kekokohan plafon gypsum tetap terjaga sehingga plafon gypsum tidak akan terkena rembesan air hujan dan menimbulkan bahaya bagi gypsum.